Selasa, 02 Oktober 2018

https://muslim.or.id/7280-keutamaan-shalat-shubuh.html


KEUTAMAAN SHALAT SHUBUH
Shubuh adalah salah satu waktu di antara beberapa waktu, di mana Allah Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk mengerjakan shalat kala itu. Allah Ta’ala berfirman,

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78)

Betapa banyak kaum muslimin yang lalai dalam mengerjakan shalat shubuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan shalat.  Jika kita melihat jumlah jama’ah yang shalat shubuh di masjid, akan terasa berbeda dibandingkan dengan jumlah jama’ah pada waktu shalat lainnya.

Keutamaan Shalat Shubuh
Apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh, niscaya ia akan dapati banyak keutamaan. Di antara keutamaannya adalah

(1) Salah satu penyebab masuk surga
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّة

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

(2) Salah satu penghalang masuk neraka
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim no. 634)

(3) Berada di dalam jaminan Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

(4) Dihitung seperti shalat semalam penuh
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

(5) Disaksikan para malaikat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ

 “Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)

Ancaman bagi yang Meninggalkan Shalat Shubuh
Padahal banyak keutamaan yang bisa didapat apabila seseorang mengerjakan shalat shubuh. Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafiq karena meninggalakan shalat shubuh? Dan kebanyakan orang meninggalkan shalat shubuh karena aktivitas tidur. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Cukuplah ancaman dikatakan sebagai orang munafiq membuat kita selalu memperhatikan ibadah yang satu ini.

Semoga Allah selalu memberi hidayah kepada kita semua, terkhusus bagi para laki-laki untuk dapat melaksanakan shalat berjama’ah di masjid.

Penulis: Wiwit Hardi Priyanto
Artikel www.muslim.or.id
Baca selengkapnya. Klik https://muslim.or.id/7280-keutamaan-shalat-shubuh.html

TATA CARA SHOLAT


TATA CARA SHOLAT


DARI TAKBIR SAMPAI SALAM bag1
Oleh webadmin -  28 Maret 2018

ditulis oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman

Niat di dalam Hati

Niat letaknya di hati, tidak diucapkan. Niat dalam sholat membedakan antara sholat sunnah dengan sholat wajib, dan antar sholat wajib satu dengan sholat wajib yang lain.
Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah menyatakan dalam kitab al-Umm:

وَالنِّيَّةُ لَا تَقُومُ مَقَامَ التَّكْبِيرِ وَلَا تَجْزِيهِ النِّيَّةُ إلَّا أَنْ تَكُونَ مَعَ التَّكْبِير لَا تَتَقَدَّمُ التَّكْبِيرَ وَلَا تَكُونُ بَعْدَهُ

Niat itu tidak bisa menggantikan takbir. Tidak sah niat kecuali dilakukan bersamaan dengan takbir. Tidak mendahului takbir, tidak pula setelah takbir (al-Umm (2/224)).

Ucapan al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah tersebut menunjukkan bahwa tidaklah mungkin niat diucapkan, karena ia bersamaan dengan pengucapan takbir. Saat seseorang mengucapkan takbiratul ihram, di saat bersamaan hatinya meniatkan sholat yang sedang dikerjakan.
Membaca Takbiratul Ihram

Ucapan pembuka dalam sholat adalah takbiratul ihram: Allaahu Akbar

مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

Kunci sholat adalah bersuci, yang mengharamkan (dari berbagai ucapan dan perbuatan di luar sholat) adalah takbir, dan yang menghalalkannya (dari berbagai ucapan dan perbuatan di luar sholat) adalah salam (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ibnu Majah, dari Ali bin Abi Tholib)

Gerakan Mengangkat Kedua Tangan Saat Bertakbir atau Tasmi’

Mengangkat kedua tangan sejajar bahu (atau sejajar telinga) saat takbiratul ihram, takbir menuju ruku’, bangkit dari ruku’, dan bangkit dari tasyahhud awal.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ أَيْضًا وَقَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ وَكَانَ لَا يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ

Dari Ibnu Umar –semoga Allah meridlai keduanya (ia dan ayahnya)- bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam (dalam sholat) mengangkat tangan sejajar bahu ketika memulai sholat, takbir untuk ruku’, demikian juga ketika mengangkat kepala dari ruku’ dan berkata : Sami’allaahu liman hamidah robbanaa wa lakal hamdu. Beliau tidak melakukan itu (mengangkat tangan saat takbir) pada waktu sujud (H.R alBukhari dan Muslim)Telapak tangan yang diangkat menghadap ke arah kiblat:

فَكَانَتْ يَدَاهُ مِنْ أُذُنَيْهِ عَلَى الْمَوْضِعِ الَّذِي اسْتَقْبَلَ بِهِمَا الصَّلَاةَ

Kedua tangan Nabi dari kedua telinganya berada dalam posisi menghadap ke arah kiblat (H.R anNasaai dari Waail bin Hujr, dishahihkan Syaikh al-Albaniy)

Gerakan Bersedekap Saat Berdiri

Setelah gerakan tangan saat takbir ini, kemudian posisi tangan adalah bersedekap meletakkan telapak tangan kanan di atas telapak tangan kiri.

عَنْ وَائِل بْن حُجْرٍ أنه قال: قُلْتُ : لأَنْظُرَنَّ إِلَى صَلاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِوَسَلَّمَ كَيْفَ يُصَلِّي ، فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ فَقَامَ فَكَبَّرَ وَرَفَعَ يَ

دَيْهِ حَتَّى حَاذَتَا بِأُذُنَيْهِ ، ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَىظَهْرِ كَفِّهِ الْيُسْرَى وَالرُّسْغِ وَالسَّاعِدِ

Dari Wa-il bin Hujr –radhiyallahu anhu- bahwasanya beliau berkata: Saya melihat pada sholat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bagaimana beliau sholat. Saya melihat pada beliau, beliau berdiri bertakbir dan mengangkat kedua tangannya hingga sejajar kedua telinganya. Kemudian beliau meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri, pergelangan, dan lengan bawah (H.R Abu Dawud, anNasaai, dishahihkan Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, din/yatakan sanadnya shahih oleh anNawawy dan al-Albany)
Posisi bersedekap telapak tangan diletakkan di dada:

عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ قَالَ : صَلَّيْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَوَضَعَ يَدَهُ اْليُمْنَى عَلَى يَدِهِ الْيُسْرَى عَلَى صَدْرِهِ

_dari Wa-il bin Hujr ia berkata: Aku sholat bersama Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan beliau meletakkan tangan kanan pada tangan kiri pada dadanya (H.R Ibnu Khuzaimah, di dalam sanadnya terdapat perawi yang lemah hafalannya yaitu Muammal bin Ismail yang buruk hafalannya, namun dikuatkan dengan jalur lain yang mursal riwayat Abu Dawud dari Thowus dan juga al-Bazzar dari Waail bin Hujr)

عَنْ طَاوُسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى يَدِهِ الْيُسْرَى ثُمَّ يَشُدُّ بَيْنَهُمَا عَلَى صَدْرِهِ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ

Dari Thowus beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri kemudian menguatkannya pada dada saat beliau sholat (H.R Abu Dawud dengan sanad yang hasan hingga Thowus)
Dalam riwayat al-Bazzaar dinyatakan:

ثُمَّ وَضَعَ يَمِيْنَهُ عَلَى يَسَارِهِ عِنْدَ صَدْرِهِ

… kemudian beliau (Nabi) meletakkan tangan kanannya di atas tangan kiri pada dada (H.R al-Bazzar dari Wa-il bin Hujr, di dalam sanadnya terdapat perawi yang lemah (Muhammad bin Hujr) dan perawi yang tidak dikenal (ibu Abdul Jabbar bin Wa-il))

Membaca Doa Istiftah

Setelah bacaan takbiratul ihram adalah membaca salah satu dari doa istiftah yang disunnahkan. Misalkan doa istiftah Umar bin al-Khotthob radhiyallahu anhu riwayat Muslim. Bacaan istiftah ini yang dinilai sebagai bacaan paling utama yang dipilih al-Imam Ahmad.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

“Maha Suci Engkau Ya Allah dan (bersamaan dengan itu) aku memujiMu dan sungguh banyak barokah yang terkandung pada NamaMu, dan Maha Tinggi KeagunganMu, dan tidak ada sesembahan yang haq selainMu “ (H.R Muslim dari Umar bin al-Khoththob)

TATA CARA SHOLAT YANG TELAH DIAJARKAN NABI MUHAMMAD SAW
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiz4hPwIKEVENk4yIaXeoRzHSVXVY0HuBPxt6Fm1yiDhN-9OBkdA7xObAbvYmXFeiU0iUdeJWRb61qU-CB5C8JVA_Sf0LVp2xSyE0Z8eqEAaZ620-sZSrOWb_r_ybAoJARrY4WnoM8aXzI/s1600/sholat..gif 
tata cara sholat yang telah di ajarkan Nabi Muhammad SAW

selamat datang di blogg saya dengan tema
 tata cara sholat yang telah di ajarkan Nabi Muhammad SAW

sebelum saya jelaskan  bagai mana tata cara sholat yang telah di ajarkan Nabi Muhammad SAW
terlebih dahulu saya akan menjelaskanpengertian sholat,syarat dan rukun shalat terlebih dahulu
pengertian 
 Shalat secara bahasa berarti berdo’a. dengan kata lain, sholat secara bahasa mempunyai arti mengagungkan. Sedangkan pengertian shalat menurut syara’ adalah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu, yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Ucapan di sini adalah bacaan-bacaan al-Qur’an, takbir, tasbih, dan do’a. Sedang yang dimaksud dengan perbuatan adalah gerakan-gerakan dalam shalat misalnya berdiri, ruku’, sujud, duduk, dan gerakan-gerakan lain yang dilakukan dalam shalat.
syarat-syarat sholat
1.            beragama islam
2.            sudah baligh dan berakal
3.            suci dari hadats
4.            suci seluruh anggota badan,pakaian dan tempat
5.            menutup aurat,laki-laki auratnya antara pusat dan lutut,sedangkan wanita seluruh anggota badannya kecuali muka dan telapak tangan
6.            masuk waktu yang telah ditentukan untuk masing-masing shalat
7.            menghadap kiblat
8.            mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunah
rukun sholat
1.            niat
2.            takbiratul ihram
3.            berdiri tegak bagi yang berkuasa ketika sholat fardu.boleh sambil duduk atau berbaring bgi yang sedang sakit
4.            membaca surat Al-Fatihah pada tiap-tiap raka'at
5.            rukuk dengan tumakninah
6.            i'tidal dengan tumakninah
7.            sujud 2 X dengan tumakninah
8.            duduk antara dua sujud dengan tumakninah
9.            duduk tasyahud akhir dengan tumakninah
10.          membaca tasyahud akhir
11.          membaca sholawat Nabi pada tasyahud akhir
12.          membaca salam yang pertama
13.          tertib : berurutan mengerjakan rukun-rukun tersebut
Tata Cara sholat haruslah sesuai dengan yang diajarkan oleh junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Sebuah hadits yang masyhur, Rasulullah bersabda: Shalat lah kamu sekalian sebagaimana melihatku shalat.  Cara Sholat yang benar telah banyak dibahas dalam berbagai macam buku baik buku fikih maupun buku yang secara khusus membahas cara sholat.
Salah satu kewajiban seorang muslim adalah mendirikan sholat lima waktu (fardhu). Sholat fardhu merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima, sehingga bagaimanapun keadaannya, seorang muslim tidak boleh meninggalkannya. Bahkan saat seorang muslim tidak bisa menggerakan tangan dan kakinya, selama dia masih sadar, sholat ini tetap tidak boleh ditinggalkan.

Pada dasarnya semua sholat baik yang fardhu maupun sunnah itu memiliki tata-gerakan yang sama, kecuali pada shalat jenazah dan shalat gerhana.
BERIKUT INI ADALAH TATA CARA SHOLAT
Sebelum shalat hendaklah terbebas dari najis dan hadas, dengan cara bersuci (wudhu, Tayamum atau, Mandi Janabah)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiustctfCdKKnneNUtnRE0cwc8lCxsCIqHu5z9BDmVqcivSwgh0hbRQNXyIu2nzIvcp9ICyyAfGkat7FvJVYZpnPKSYpAsNDIJrz_Ek3cCL-B9fCrQzacqpOXOJ0FxGp0G9bwvSKWRDd_Y/s1600/wudhu000.jpg






Niat di Dalam Hati dan tidak dilafadkan
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRT0xur7Z8rGSsaTmOsY05lwyphSJaw4FLpXWJYfAU9LXq8LK2Tg3U9DFqyeim1cGDNBpZbSypWm1LclhIc83-PPmXHo-SskhWfs_7uZEzI8OFOOZo-gXJ3yIHQMEU9_D9FZplYbkd2FY/s1600/01.jpg
Menghadap kiblat (yaitu ka'bah)
Menghadap ka'bah bukan berarti menyembah ka'bah, karena niat dalam hati adalah untuk menyembah Allah SWT. Shalat menghadap Ka'bah adalah bukti bahwa seorang muslim mematuhi perintah-Nya.
Lakukan shalat dengan cara berdiri
Bila tidak mampu maka boleh duduk, bila tidak bisa duduk maka dengan berbaring dan jika tidak mampu menggerakkan anggota badan maka boleh dengan isyarat. lihat pada gambar no 1
Bertakbiratul ihram, dengan mengucapkan "ALLAHU AKBAR" Sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau telinga, serta melihat ke tempat sujud, tidak menoleh ke kiri atau ke kanan.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2jOjzGyp42xWIqHNZLxePBkCU4fObwIqplhdaf0SeM0xgikeznD3kXPo3pMnMn_WzHeJPvQh_ICnGmRWi6Qc3BHoH30pleftPUE36YDKH8fCMwHPni-sKeIp4h0s-ibA55LN6JDsWeQY/s320/02.jpg
Mengangkat tangan ketika takbir bisa dilakukan dengan salah satu dari tiga keadaan:  --sebelum ucapan takbir, bersamaan dengan ucapan takbir, sesudah ucapan takbir.
lihat pada gambar no 2
Jari jemari tangan saat takbir dirapatkan, namun tidak digenggam dan jari jemari menghadap ke atas.
Meletakkan telapak tangan di atas punggung telapak kiri atau pergelangan atau di lengan bawah tangan kiri atau tangan menggenggam tangan kiri dan posisi kedua tangan di dada.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgstTOXwJWIyR7Fk0-yIfKzCmeTRMEIMtXDEBcBlANuOssupcA8RqpM1pCkDjikO2icwHMsFr2lq9icG51qlAcljVzvcoqtJqRrMQjZ13jEoggHZNs2CV-dmoyeIMPgWLITPyiVHJOGWdY/s320/Tata-Cara-Sholat-31.jpg
 lihat pada gambar no 3
Membaca doa iftitah

Ada beberapa doa ifititah diantaranya:


Allahu Akbaru kabira walhamdu lillahi kathira wasubhanallahhi bukratau waasila. Innii Wajjahtu wajhia lillazi fataras sama wati wal ardha hanifam muslimaw wama ana minal musyrikin. Inna solati wanusuki wamahyaya wammamati lillahi rabbil’alamin. La syarikalahu wabiza lika umirtu wa ana minal muslimin.

Membaca Al Fatihah
Mengucapkan Amin setelah alfatihah
Membaca salah satu surat atau ayat-ayat alquran yang anda hafal
setelah selesai membaca surat maka berdiam sejenak (Tuma'ninah)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpyMtMxegN9OQrR_dw2GO8Wkuiwqme487QDH8P4gzrOhvL1nKnpctweGG2jkUNfTvSUMeoFpcDe1N7dxXWlK2WyOtFBhhv0jchyRhAr8UUt6ZNT3VXSSKV5w0XjsKwu48o4GHPdu3P0i8/s320/06.jpgMelakukan Rukuk Sambil takbir ( ALLAHU AKBAR) dan mengangkat kedua tangan sejajar dengan pundak atau telinga
Kemudian membada 'SUBHANA RABBIYAL'ADHIM" 3X. 
lihat pada gambar no 6
Bangkit dari ruku' (i'tidal), dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau kedua telinga, dengan mengucapkan "SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH"
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuLjTwBYPPvSRd8F414Zt_rQeC8fL6dpoQMtCS7zXhyRP7ehxsQjk3ATvCB4vaXiZAs3c-hZUp3G2R4tlEPJbMF8bZ8SLOv6mvXYjTn0D2b1LAPXjxloY2XVNA3T1FZ0F1saQYk5PkWBM/s320/07.jpgSetelah tegak berdirilalu mengucapkan "RABBANAA WALAKALHAMDU".lihat pada gambar no 7
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdRVgSGWDYoAMB9W7hCYjACYUzmn56UfUvut5OePL3gdCaiKIn1WKee63xTiczZ1H-pTZkX_hqYjZZ3aWAxG1XnJbGOMHckVgH9ud3orD7Bh4LcGzO36CAhzW2odDGoEFFro1Z3x2rLbM/s1600/09.jpg
Melakukan sujud Sambil bertakbir. Saat sujud membaca 'SUBHANA RABBIYAL A'LA" 3x.lihat pada gambar no 9
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5Eb87z9cm8oGog1wA34Q0C9GJUBS_rCvPNuMQPo6zuR5jRtoTyxRl04nDkHzi_mQquumQ9F-iltPX6SpOIUgwOKMqrrvU8KPbWp6oy-A65_C-nFma5SYOq8jmQQJCBGJJzlHY9A8lGT4/s1600/10.jpg
Bangkit dari sujud sambil bertakbir lalu duduk iftirasy(duduk diantara dua sujud), duduk dengan bertumpu pada telapak kaki kiri dengan telapak kaki kanan ditegakan.(lihat pada gambar no 10 dan 11
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsHsJXAKeLeYHVhNk1kMwtnowWxn8Nay4beYp80_RCt8pEld8jcqCbLxli4HJ4FH_BlamHTkXAu531S9oKFqCLfxz41Ko2Yh7C2aDtWqvDJ93WUECbZ_7iigvbFDVzToI0CCyVYKN2_hQ/s1600/11.jpg
dan membaca Membaca doa "RABBIGHFIRLI" 2x.lihat gambar no 11.
Kemudian bertakbir dan bersujud sebagaimana sebelumnya.
Setelah itu bangkit dari sujud seraya mengucapkan takbir, lalu duduk sebentar, setelah itu berdiri dengan bertumpu pada tangan.lihat pada gambar no 12
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimdjnRq2H4gG_xnaBRwNanqP11xeH69OmVqR1ZbirVWLLE6phwU8BViOes96GZxfcP6Fv1GRctAQ5Z-Ca2F3KAmzq4Rf4ePUo-ro9YWkwxaDJePoPIgsxnfJmljrO7yJC98KCyJzKE4mM/s320/12.jpg

Inilah yang disebut dengan satu rakaat. Jika sholat yang kita kerjakan adalah sholat dhuhur, ashar dan isya' (4 rakaat), pada rakaat kedua setelah sujud kedua dilanjutkan dengan duduk tasyahud awal dan pada rakaat terakhir kita duduk tasyahud akhir dan salam. 
Duduk tasyahud awal caranya seperti duduk iftirosy (duduk diantara dua sujud). Membaca Bacaan Tasyahud dan Sholawat.
Berkata Abdullah : “Kami apabila shalat di belakang nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keselamatan atas jibril dan mikail keselamatan atas si fulan dan si fulan maka rasulullah berpaling kepada kami. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : sesungguhnya Allah itu As-salam maka apabila shalat hendaklah kalian itu mengucapkan:



Doa Tasyahud:
At-tahiyyaatu lillah washalawaatu wat-thayyibat, assalamu ‘alan – nabiyyi warrahmatullahi wabarakaatuh, assalaamu ‘alaiynaa wa’alaa ‘ibaadil-llahis-shaalihiin, asyhadu alaa ilaaha illallah, asyhadu anna muhamaddan ‘abduhu warasuuluh”.
Dari Ka’ab bin Ujrah berkata : “Maukah aku hadiahkan kepadamu sesuatu ? Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepada kami, maka kami berkata : ‘Ya Rasulullah kami sudah tahu bagaimana cara mengucapkan salam kepadamu, lantas bagaimana kami harus bershalawat kepadamu? Beliau berkata : ucapkanlah:



Duduk tasyahud akhir adalah dengan bertawaruk, yaitu menegakan telapak kaki kanan dan menempatkan telapak kaki kiri di bawah betis kaki kanan dengan menjadikan lantai sebagai tempat bertumpu.
kemudian salam
Salam sebagai tanda berakhirnya gerakan sholat, dilakukan dalam posisi duduk tasyahhud akhir setelah membaca do’a minta perlindungan dari 4 fitnah atau tambahan do’a lainnya.

“Kunci sholat adalah bersuci, pembukanya takbir dan penutupnya (yaitu sholat) adalah mengucapkan salam.”
(Hadits dikeluarkan dan disahkan oleh Al Imam Al-Hakim dan Adz-Dzahabi)
Caranya
Dengan menolehkan wajah ke kanan seraya mengucapkan do’a salam kemudian ke kiri.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlwPcYe01tf2ZqMZryjOnlGJ8wwx232RB7qYGtaov29M0M9oflUa88uTK7LbhSzITQ56ybTsyqaxs-SSdmP_YdcBvH8k1qYslL7e-NxPHELbfgQq_zraZ7tSy1MhzSGstpQ6Watx6tSt4/s320/18.jpg

Dari ‘Amir bin Sa’ad, dari bapaknya berkata: Saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi salam ke sebelah kanan dan sebelah kirinya hingga terlihat putih pipinya.
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Muslim dan An-Nasa-i serta ibnu Majah)
Dari ‘Alqomah bin Wa-il, dari bapaknya, ia berkata: Aku sholat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau membaca salam ke sebelah kanan (menoleh ke kanan): “As Salamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.” Dan kesebelah kiri: “As Salamu’alaikum Wa Rahmatullahi.”
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)


SIFAT SHALAT NABI

SIFAT SHALAT NABI (1) BERANGKAT MENUJU MASJID Hadist-hadist tentang Gerakan Shalat صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي Shalatl...