TATA CARA SHOLAT
DARI TAKBIR SAMPAI SALAM bag1
Oleh webadmin - 28
Maret 2018
ditulis oleh Al Ustadz Abu Utsman Kharisman
Niat di dalam Hati
Niat letaknya di hati, tidak diucapkan. Niat dalam sholat
membedakan antara sholat sunnah dengan sholat wajib, dan antar sholat wajib
satu dengan sholat wajib yang lain.
Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah menyatakan dalam kitab
al-Umm:
وَالنِّيَّةُ لَا تَقُومُ مَقَامَ التَّكْبِيرِ وَلَا
تَجْزِيهِ النِّيَّةُ إلَّا أَنْ تَكُونَ مَعَ التَّكْبِير لَا تَتَقَدَّمُ التَّكْبِيرَ
وَلَا تَكُونُ بَعْدَهُ
Niat itu tidak bisa menggantikan takbir. Tidak sah niat
kecuali dilakukan bersamaan dengan takbir. Tidak mendahului takbir, tidak pula
setelah takbir (al-Umm (2/224)).
Ucapan al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah tersebut
menunjukkan bahwa tidaklah mungkin niat diucapkan, karena ia bersamaan dengan
pengucapan takbir. Saat seseorang mengucapkan takbiratul ihram, di saat
bersamaan hatinya meniatkan sholat yang sedang dikerjakan.
Membaca Takbiratul Ihram
Ucapan pembuka dalam sholat adalah takbiratul ihram:
Allaahu Akbar
مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا
التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ
Kunci sholat adalah bersuci, yang mengharamkan (dari
berbagai ucapan dan perbuatan di luar sholat) adalah takbir, dan yang
menghalalkannya (dari berbagai ucapan dan perbuatan di luar sholat) adalah
salam (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ibnu Majah, dari Ali bin Abi Tholib)
Gerakan Mengangkat Kedua Tangan Saat Bertakbir atau
Tasmi’
Mengangkat kedua tangan sejajar bahu (atau sejajar
telinga) saat takbiratul ihram, takbir menuju ruku’, bangkit dari ruku’, dan
bangkit dari tasyahhud awal.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ
مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ وَإِذَا رَفَعَ
رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ أَيْضًا وَقَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ
حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ وَكَانَ لَا يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ
Dari Ibnu Umar –semoga Allah meridlai keduanya (ia dan
ayahnya)- bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam (dalam sholat)
mengangkat tangan sejajar bahu ketika memulai sholat, takbir untuk ruku’,
demikian juga ketika mengangkat kepala dari ruku’ dan berkata : Sami’allaahu
liman hamidah robbanaa wa lakal hamdu. Beliau tidak melakukan itu (mengangkat
tangan saat takbir) pada waktu sujud (H.R alBukhari dan Muslim)Telapak tangan
yang diangkat menghadap ke arah kiblat:
فَكَانَتْ يَدَاهُ مِنْ أُذُنَيْهِ عَلَى الْمَوْضِعِ
الَّذِي اسْتَقْبَلَ بِهِمَا الصَّلَاةَ
Kedua tangan Nabi dari kedua telinganya berada dalam
posisi menghadap ke arah kiblat (H.R anNasaai dari Waail bin Hujr, dishahihkan
Syaikh al-Albaniy)
Gerakan Bersedekap Saat Berdiri
Setelah gerakan tangan saat takbir ini, kemudian posisi
tangan adalah bersedekap meletakkan telapak tangan kanan di atas telapak tangan
kiri.
عَنْ وَائِل بْن حُجْرٍ أنه قال: قُلْتُ : لأَنْظُرَنَّ
إِلَى صَلاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِوَسَلَّمَ كَيْفَ يُصَلِّي ،
فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ فَقَامَ فَكَبَّرَ وَرَفَعَ يَ
دَيْهِ حَتَّى حَاذَتَا بِأُذُنَيْهِ ، ثُمَّ وَضَعَ
يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَىظَهْرِ كَفِّهِ الْيُسْرَى وَالرُّسْغِ وَالسَّاعِدِ
Dari Wa-il bin Hujr –radhiyallahu anhu- bahwasanya beliau
berkata: Saya melihat pada sholat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam
bagaimana beliau sholat. Saya melihat pada beliau, beliau berdiri bertakbir dan
mengangkat kedua tangannya hingga sejajar kedua telinganya. Kemudian beliau
meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri,
pergelangan, dan lengan bawah (H.R Abu Dawud, anNasaai, dishahihkan Ibnu
Khuzaimah, Ibnu Hibban, din/yatakan sanadnya shahih oleh anNawawy dan
al-Albany)
Posisi bersedekap telapak tangan diletakkan di dada:
عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ قَالَ : صَلَّيْتُ مَعَ
رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَوَضَعَ يَدَهُ اْليُمْنَى عَلَى
يَدِهِ الْيُسْرَى عَلَى صَدْرِهِ
_dari Wa-il bin Hujr ia berkata: Aku sholat bersama
Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan beliau meletakkan tangan kanan pada
tangan kiri pada dadanya (H.R Ibnu Khuzaimah, di dalam sanadnya terdapat perawi
yang lemah hafalannya yaitu Muammal bin Ismail yang buruk hafalannya, namun
dikuatkan dengan jalur lain yang mursal riwayat Abu Dawud dari Thowus dan juga
al-Bazzar dari Waail bin Hujr)
عَنْ طَاوُسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضَعُ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى يَدِهِ الْيُسْرَى ثُمَّ
يَشُدُّ بَيْنَهُمَا عَلَى صَدْرِهِ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ
Dari Thowus beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi
wasallam meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri kemudian menguatkannya
pada dada saat beliau sholat (H.R Abu Dawud dengan sanad yang hasan hingga
Thowus)
Dalam riwayat al-Bazzaar dinyatakan:
…ثُمَّ وَضَعَ يَمِيْنَهُ عَلَى يَسَارِهِ عِنْدَ
صَدْرِهِ
… kemudian beliau (Nabi) meletakkan tangan kanannya di
atas tangan kiri pada dada (H.R al-Bazzar dari Wa-il bin Hujr, di dalam
sanadnya terdapat perawi yang lemah (Muhammad bin Hujr) dan perawi yang tidak
dikenal (ibu Abdul Jabbar bin Wa-il))
Membaca Doa Istiftah
Setelah bacaan takbiratul ihram adalah membaca salah satu
dari doa istiftah yang disunnahkan. Misalkan doa istiftah Umar bin al-Khotthob
radhiyallahu anhu riwayat Muslim. Bacaan istiftah ini yang dinilai sebagai
bacaan paling utama yang dipilih al-Imam Ahmad.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ
اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ
“Maha Suci Engkau Ya Allah dan (bersamaan dengan itu) aku
memujiMu dan sungguh banyak barokah yang terkandung pada NamaMu, dan Maha
Tinggi KeagunganMu, dan tidak ada sesembahan yang haq selainMu “ (H.R Muslim
dari Umar bin al-Khoththob)
TATA
CARA SHOLAT YANG TELAH DIAJARKAN NABI MUHAMMAD SAW
tata cara sholat yang telah di ajarkan Nabi Muhammad SAW
selamat datang di blogg saya dengan tema tata cara sholat yang telah di ajarkan Nabi Muhammad SAW
sebelum saya jelaskan bagai mana tata cara sholat yang telah di ajarkan Nabi Muhammad SAW
terlebih dahulu saya akan menjelaskanpengertian sholat,syarat dan rukun shalat terlebih dahulu
pengertian
Shalat secara bahasa berarti berdo’a. dengan kata lain, sholat secara bahasa mempunyai arti mengagungkan. Sedangkan pengertian shalat menurut syara’ adalah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu, yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Ucapan di sini adalah bacaan-bacaan al-Qur’an, takbir, tasbih, dan do’a. Sedang yang dimaksud dengan perbuatan adalah gerakan-gerakan dalam shalat misalnya berdiri, ruku’, sujud, duduk, dan gerakan-gerakan lain yang dilakukan dalam shalat.
syarat-syarat sholat
1.
beragama islam
2.
sudah baligh
dan berakal
3.
suci dari
hadats
4.
suci seluruh
anggota badan,pakaian dan tempat
5.
menutup
aurat,laki-laki auratnya antara pusat dan lutut,sedangkan wanita seluruh
anggota badannya kecuali muka dan telapak tangan
6.
masuk waktu
yang telah ditentukan untuk masing-masing shalat
7.
menghadap
kiblat
8.
mengetahui mana
yang rukun dan mana yang sunah
rukun sholat
1.
niat
2.
takbiratul
ihram
3.
berdiri tegak
bagi yang berkuasa ketika sholat fardu.boleh sambil duduk atau berbaring bgi
yang sedang sakit
4.
membaca surat
Al-Fatihah pada tiap-tiap raka'at
5.
rukuk dengan
tumakninah
6.
i'tidal dengan
tumakninah
7.
sujud 2 X dengan
tumakninah
8.
duduk antara
dua sujud dengan tumakninah
9.
duduk tasyahud
akhir dengan tumakninah
10.
membaca
tasyahud akhir
11.
membaca
sholawat Nabi pada tasyahud akhir
12.
membaca salam
yang pertama
13.
tertib :
berurutan mengerjakan rukun-rukun tersebut
Tata Cara sholat haruslah
sesuai dengan yang diajarkan oleh junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Sebuah
hadits yang masyhur, Rasulullah bersabda: Shalat lah kamu sekalian sebagaimana
melihatku shalat. Cara Sholat yang benar telah banyak
dibahas dalam berbagai macam buku baik buku fikih maupun buku yang secara
khusus membahas cara sholat.
Salah
satu kewajiban seorang muslim adalah mendirikan sholat lima waktu (fardhu).
Sholat fardhu merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima, sehingga
bagaimanapun keadaannya, seorang muslim tidak boleh meninggalkannya. Bahkan
saat seorang muslim tidak bisa menggerakan tangan dan kakinya, selama dia masih
sadar, sholat ini tetap tidak boleh ditinggalkan.
Pada dasarnya semua sholat baik yang fardhu maupun sunnah itu memiliki tata-gerakan yang sama, kecuali pada shalat jenazah dan shalat gerhana.
Pada dasarnya semua sholat baik yang fardhu maupun sunnah itu memiliki tata-gerakan yang sama, kecuali pada shalat jenazah dan shalat gerhana.
BERIKUT INI ADALAH TATA CARA SHOLAT
Sebelum shalat hendaklah terbebas
dari najis dan hadas, dengan cara bersuci (wudhu, Tayamum atau, Mandi Janabah)
Niat di Dalam Hati dan tidak
dilafadkan
Menghadap kiblat (yaitu ka'bah)
Menghadap ka'bah bukan berarti
menyembah ka'bah, karena niat dalam hati adalah untuk menyembah Allah SWT.
Shalat menghadap Ka'bah adalah bukti bahwa seorang muslim mematuhi
perintah-Nya.
Lakukan shalat dengan cara berdiri
Bila tidak mampu maka boleh duduk,
bila tidak bisa duduk maka dengan berbaring dan jika tidak mampu menggerakkan
anggota badan maka boleh dengan isyarat. lihat
pada gambar no 1
Bertakbiratul ihram, dengan
mengucapkan "ALLAHU AKBAR" Sambil mengangkat kedua tangan sejajar
dengan bahu atau telinga, serta melihat ke tempat sujud, tidak menoleh ke kiri
atau ke kanan.
Mengangkat tangan ketika takbir bisa
dilakukan dengan salah satu dari tiga keadaan: --sebelum ucapan takbir,
bersamaan dengan ucapan takbir, sesudah ucapan takbir.
lihat pada gambar no 2
Jari jemari tangan saat takbir
dirapatkan, namun tidak digenggam dan jari jemari menghadap ke atas.
Meletakkan telapak tangan di atas
punggung telapak kiri atau pergelangan atau di lengan bawah tangan kiri atau
tangan menggenggam tangan kiri dan posisi kedua tangan di dada.
lihat
pada gambar no 3
Membaca doa iftitah
Ada beberapa doa ifititah
diantaranya:
Allahu Akbaru kabira walhamdu
lillahi kathira wasubhanallahhi bukratau waasila. Innii Wajjahtu wajhia lillazi
fataras sama wati wal ardha hanifam muslimaw wama ana minal musyrikin. Inna
solati wanusuki wamahyaya wammamati lillahi rabbil’alamin. La syarikalahu
wabiza lika umirtu wa ana minal muslimin.
Membaca Al Fatihah
Mengucapkan Amin setelah alfatihah
Membaca salah satu surat atau ayat-ayat
alquran yang anda hafal
setelah selesai membaca surat maka
berdiam sejenak (Tuma'ninah)
Melakukan
Rukuk Sambil takbir ( ALLAHU AKBAR) dan mengangkat kedua tangan sejajar dengan
pundak atau telinga
Kemudian membada 'SUBHANA
RABBIYAL'ADHIM" 3X.
lihat pada gambar no 6
Bangkit dari ruku' (i'tidal), dengan
mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau kedua telinga, dengan
mengucapkan "SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH"
Melakukan sujud Sambil bertakbir.
Saat sujud membaca 'SUBHANA RABBIYAL A'LA" 3x.lihat
pada gambar no 9
Bangkit dari sujud sambil bertakbir
lalu duduk iftirasy(duduk diantara dua sujud), duduk dengan bertumpu pada
telapak kaki kiri dengan telapak kaki kanan ditegakan.(lihat
pada gambar no 10 dan 11)
dan membaca Membaca doa
"RABBIGHFIRLI" 2x.lihat gambar no 11.
Kemudian bertakbir dan bersujud
sebagaimana sebelumnya.
Setelah itu bangkit dari sujud
seraya mengucapkan takbir, lalu duduk sebentar, setelah itu berdiri dengan
bertumpu pada tangan.lihat pada gambar no 12
Inilah yang disebut dengan satu
rakaat. Jika sholat yang kita kerjakan adalah sholat dhuhur, ashar dan isya' (4
rakaat), pada rakaat kedua setelah sujud kedua dilanjutkan dengan duduk
tasyahud awal dan pada rakaat terakhir kita duduk tasyahud akhir dan salam.
Duduk tasyahud awal caranya seperti
duduk iftirosy (duduk diantara dua sujud). Membaca Bacaan Tasyahud dan
Sholawat.
Berkata Abdullah : “Kami apabila
shalat di belakang nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keselamatan atas jibril
dan mikail keselamatan atas si fulan dan si fulan maka rasulullah berpaling
kepada kami. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : sesungguhnya
Allah itu As-salam maka apabila shalat hendaklah kalian itu mengucapkan:
Doa Tasyahud:
At-tahiyyaatu lillah washalawaatu wat-thayyibat, assalamu
‘alan – nabiyyi warrahmatullahi wabarakaatuh, assalaamu ‘alaiynaa wa’alaa
‘ibaadil-llahis-shaalihiin, asyhadu alaa ilaaha illallah, asyhadu anna
muhamaddan ‘abduhu warasuuluh”.
Dari Ka’ab bin Ujrah berkata :
“Maukah aku hadiahkan kepadamu sesuatu ? Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam datang kepada kami, maka kami berkata : ‘Ya Rasulullah kami sudah
tahu bagaimana cara mengucapkan salam kepadamu, lantas bagaimana kami harus
bershalawat kepadamu? Beliau berkata : ucapkanlah:
Duduk tasyahud akhir adalah dengan
bertawaruk, yaitu menegakan telapak kaki kanan dan menempatkan telapak kaki
kiri di bawah betis kaki kanan dengan menjadikan lantai sebagai tempat
bertumpu.
kemudian salam
Salam sebagai tanda berakhirnya gerakan sholat, dilakukan dalam posisi duduk tasyahhud akhir setelah membaca do’a minta perlindungan dari 4 fitnah atau tambahan do’a lainnya.
Salam sebagai tanda berakhirnya gerakan sholat, dilakukan dalam posisi duduk tasyahhud akhir setelah membaca do’a minta perlindungan dari 4 fitnah atau tambahan do’a lainnya.
“Kunci sholat adalah bersuci,
pembukanya takbir dan penutupnya (yaitu sholat) adalah mengucapkan salam.”
(Hadits dikeluarkan dan disahkan oleh Al Imam Al-Hakim dan Adz-Dzahabi)
(Hadits dikeluarkan dan disahkan oleh Al Imam Al-Hakim dan Adz-Dzahabi)
Caranya
Dengan menolehkan wajah ke kanan seraya mengucapkan do’a salam kemudian ke kiri.
Dengan menolehkan wajah ke kanan seraya mengucapkan do’a salam kemudian ke kiri.
Dari ‘Amir bin Sa’ad, dari bapaknya
berkata: Saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi salam ke
sebelah kanan dan sebelah kirinya hingga terlihat putih pipinya.
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Muslim dan An-Nasa-i serta ibnu Majah)
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Muslim dan An-Nasa-i serta ibnu Majah)
Dari ‘Alqomah bin Wa-il, dari
bapaknya, ia berkata: Aku sholat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
maka beliau membaca salam ke sebelah kanan (menoleh ke kanan): “As
Salamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.” Dan kesebelah kiri: “As
Salamu’alaikum Wa Rahmatullahi.”
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)
(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)










Tidak ada komentar:
Posting Komentar